Tampilkan postingan dengan label Poem (puisi). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem (puisi). Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Puisi The Regret

SESAL
Oleh Farizka Tiara Sanelin

Aku menunggu
Aku berharap
Aku berdoa
Aku berangan-angan
Aku memimpikannya
Bodoh

Dengan senang hati aku menunggu

Semua angan indah itu
Tak lelah berharap
Tak henti aku berdoa
Tak berguna

Senyumnya menuntut menunggu

Sapanya menuntut teguh berharap
Ucapnya menuntut enggan henti doa
Tingkahnya menuntut hanyut dalam mimpi
Sia-sia

Aku menulis kisah yang berakhir bahagia

Aku
Kamu
Ya, kita..

Kita?

Bodoh
Tak berguna
Sia-sia

Akhir kisah beriring keputus-asaan

Selamat tinggal
Ya..
Selamat tinggal 


Published on Loker Seni, at April 18, 2014
 klik disini untuk sumber

Comment? Pleasure :)

Puisi Hujan Desember

HUJAN DESEMBER
Oleh Farizka Tiara Sanelin

Jarak memang sebatas pandang mata
Tapi tak ada sedikit pun suara yang ingin keluar
Hanya menatap
Hanya memandang
Aku cemburu

Hujan Desember ini
Bahagia tak turut mengiring
Siapa yang jahat?
Siapa yang egois?
Apa aku tak berhak?

Ini hanya permintaan terakhir
Tak berarti
Cukup, perih hati
Aku berontak, putus asa
Hingga semua sunyi.. 


Published on Loker Seni, at April 18, 2014
klik disini untuk sumber

Comment? Pleasure :)

Minggu, 15 Juli 2012

Puisi Kota Batik

Kota Batik
karya : F. Tiara Sanelin (^⌣^)v 

Kembali tuk mengarungi samudera ingatan masa lalu
Menerpa kembali setiap moment nan indah 
Hanya di Kota Batik lah
Aku mulai mengenalnya

Sayang..
Bukan awal yang indah
Perpisahan telah terbentang luas didepan mata

Hanya di Kota Batik
Kenangan itu tergores
Dalam ingatan senja

Tuhan..
Akankah ku bisa memutar kembali,
Roda waktu yang seakan mengikatku,
Tuk terus menuju masa depan..? 


Published on Loker Seni, at November 20, 2012
klik disini untuk sumber 
Comment? Pleasure :)

You Are

You Are 
Karya : Endah Rohmaniyah Safitri (just call Nia)

Siang berganti malam
Malam berganti siang
Selangkah demi selangkah sang surya menghampiri
Mengajarkanku akan menghargai
Menghargai sebuah senyuman yang terindah
Terkenang dalam pikiran
Terukir dalam hati 

Kamu..
Ya, kamu..
Sepinya hari tak lagi kurasa
Getirnya jiwa tak lagi melanda

Senar gitar bergantian menyentuh jari
Dentingan melodi mulai terdengar
Menjalar ke sudut hati
Terpapar akan perasaan ini
Cinta yang begitu tulus
Tak harap tuntut balas

Tatapan mata yang begitu sejuk
Senyuman yang menghangatkan jiwa
Membawa pancaran cahaya,
Kehidupan..

Nia's Facebook account
Nia's Twitter account

Comment? Pleasure :)